Hari Senin diawali oleh mood yang kurang bersemangat, pasalnya tubuh aku rasanya rontok. Ntah deh kenapa. Mungkin selama selesai pekan kemarin makannya gragas banget, gak dijaga atau pilih-pilih. Tapi setiap pagi, aku memang rajin mengkonsumsi buah-buahan. Termasuk alpukat yang mengandung lemak sehat, protein dan vitamin.
Ntah sanggup pandangan gres dari mana, tapi tiba-tiba 3 bulan terakhir ini aku rajin banget mengkonsumsi satu buah alpukat setiap pagi. Setiap selesai pekan aku selalu belanja buah-buahan segar di pasar, dan mbok-mbok langganan aku selalu memilihkan alpukat mentega yang manis!
Lalu, rasa suntuk aku selama beberapa hari terakhir terobati alasannya gres saja sanggup kabar baik dari teman saya. Kami akan berlibur berdua, eh, berempat.. bareng anak-anak. Pasti seru banget! Akan jadi momen pertama aku dan Aura keluar kota berduaan, walaupun bareng Anya dan Sada juga sih. Gak sabar banget!
'Kabur' sebentar untuk bertemu dengan sahabat. Pulang-pulang jadi semangat lagi!
Dan ahad ini aku lagi bahagia banget baca tips kulit wajah awet muda-baca tips kulit wajah awet muda blognya Nicoline Patricia. Eh, aku kemana aja sih kok gak tau bila NPM nge-blog sekarang? Dari 7-8 tahun yang lalu, aku udah ngefans banget sama NPM, bahkan bahagia banget sanggup kesempatan mencar ilmu dengannya selama kurang lebih satu tahun. Nah, hari ini aku mau mengantar Aura sekolah, bertemu dengan teman gres dan mau pergi ke beauty event.
Oh ya, ada planning apa nih untuk mengisi long weekend di bulan April ini? Sharing juga dong, soalnya aku juga lagi menyusun rencana. Thanks!
Aktifitas hari ini agak berbeda dengan hari biasanya. Jadwal syuting hari ini mengharuskan aku bangkit pukul 4.20 pagi dan berangkat dari rumah pukul 5 pagi. Saat ditawarkan untuk syuting sepagi itu, aku tanpa ragu pribadi setuju. Lebih baik berangkat pagi-pagi buta dan simpulan siang, dibanding selesai kerja tengah malam alasannya ialah capeknya lebih dobel. Untungnya para kru syuting hari ini, memperlihatkan untuk menjemput aku di rumah.
Jakarta memang kota yang tidak pernah tidur.
Pukul 5 pagi saja, jalanan terasanya lebih menyerupai jam 10-11 di malam hari. Sudah ramai, banyak kendaraan berlalu-lalang. Saat aku membahas soal jam kerja yang agak berbeda dibandingkan biasanya, salah satu dari tim syuting hari ini menjelaskan bahwa mereka mengutamakan jam kerja yang sehat.
Mereka cukup sering mulai subuh, dan jarang sekali simpulan syuting di atas jam 10 malam. Menurut aku ini luar biasa. Selain mengejar waktu, ketika pagi hari biasanya semua orang masih fresh dan juga dapat menghindari kondisi kemudian lintas yang macet. Cukup inspiratif deh, tim syuting hari ini. Para kru tiba sempurna waktu dan cara kerja mereka juga sangat profesional.
Begitu matahari pagi datang, rasanya bahagia sekali dapat dikelilingi oleh orang-orang kreatif yang passionate dengan bidang yang ditekuni. Sekitar jam 11.30 siang, giliran syuting aku sudah simpulan dan gantian Sonia Eryka yang akan syuting. Taksi yang dipesan lewat aplikasi sudah tiba menunggu di luar lokasi syuting, dengan segera mengantarkan aku untuk pulang ke rumah.
Jarang-jarang nih, aku keluar rumah dari subuh dan menitipkan Aura ke suami saya. Kangennya banget-bangetan. Tapi suami dan mbak di rumah melapor bila Aura anteng aja selama aku pergi, dan makan melulu hihihi. Sampai rumah ternyata Aura belum tidur siang. Hari ini ditutup dengan menyenangkan alasannya ialah dapat menghabiskan waktu dengan Aura yang lagi lucu-lucunya.
Besok kami akan berlibur ke Jogja bersama sobat saya, Anya. Saya punya feeling kalau ahad ini akan jadi ahad yang sangat menyenangkan. Bismillah!
Saya suka sekali traveling. Tapi gres dapat direalisasikan sehabis beberapa tahun terakhir ini. Orang bau tanah aku tipe yang was-was bila anak gadisnya pulang di atas jam 9 malam. Apalagi bila keluar kota? Hehehe. Makara semenjak menikah, aku gres dapat bebas bepergian tanpa bikin orang bau tanah khawatir.
Banyak sekali kawasan dan negara yang ingin aku datangi. Tapi hambatan budget dan susah mengatur waktu, tiba-tiba tak terasa tahun berganti dan aku gres sadar bila aku belum merealisasikan apa yang ada di bucket list saya.
Ada seseorang yang pernah bilang ke saya.
“Kalau kau masih muda dan punya uang, jalan-jalan aja. Jangan nunggu bau tanah dan banyak uang, nanti keburu gak dapat menikmati jalan-jalan. Ajak anak-anak, sebab mereka akan mencar ilmu dengan pengalaman baru. Dari pada membelanjakan uang kau untuk sesuatu yang kurang terperinci manfaatnya. Traveling deh. Nabung. Kamu harus pergi untuk melihat dunia.”
Jadi, traveling menjadi salah satu prioritas aku di tahun 2017 ini. Kalau bisa, setiap bulan ingin sekali mengajak Aura jalan-jalan di dalam kota, dalam negeri dan sesekali ke luar negeri. Bismillah!
Untuk sebagian warga Jakarta, hari hitung cepat Pilkada kemarin yakni mimpi buruk. Untuk sebagian warga Jakarta, hari hitung cepat Pilkada kemarin yakni hari kemenangan.
Saya yakni satu orang yang sebenar-benarnya, kecewa dengan hasil perhitungan bunyi kemarin. Tapi sosok yang saya idolakan justru mengatakan pesan yang sangat positif untuk saya. Tuhan niscaya punya rencana lain untuk beliau. Beliau mengingatkan saya bahwa.. Segala yang diberikan Tuhan tak selamanya milik manusia. Terima kasih pak, sudah mengingatkan kami semoga selalu optimis.
Kekalahan berbalik menjadi sebuah kemenangan, rasa syukur tak terbendung sudah dan akan mencicipi hasil kerja konkret yang telah ia lakukan.
Terima kasih Pak Ahok & Pak Djarot, semoga selalu dalam lindungan Tuhan. Selamat tiba calon gubernur Jakarta yang baru, semoga dapat bekerja lebih baik dari Pak Ahok. Besok-besok mau jadwalin keliling Jakarta untuk menikmati hasil kerja Pak Ahok ahhh :)
“Serius? Yuk mau gue!,” kata Kenny menanggapi spontanitas saya tanpa berpikir dulu.
“Lo serius? Lo besok ngantor gak? Gue pengen banget lihat suasana di Balai Kota.”
Ntah kesambet apa, tiba-tiba hati saya tergerak untuk pergi ke Balai Kota untuk hanya sekedar melihat suasana yang fenomenal beberapa hari terakhir. Seribu karangan bunga menghiasi Balai Kota. Masyarakat yang antusias berbondong-bondong berdatangan hanya untuk bersalaman dan berfoto dengan Gubernur DKI Jakarta, Pak Ahok.
Spontanitas saya disambut dengan baik oleh sahabat saya, Kenny, yang hampir setiap hari nongkrong di rumah saya untuk ngopi dan bermain dengan putri saya. Tanpa pikir panjang, kami menyusun rencana untuk berangkat pagi-pagi ke Balai Kota.
Sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya dalam hidup saya. Semacam ngejar-ngejar idola terus dibuntutin kemana-mana. Jaman saya ABG aja nggak pernah hingga mirip ini. Tapi hati saya tergerak untuk mencicipi energi dan antusiasme yang selama ini hanya saya lihat di media umum dan layar kaca.
Emang benar ya karangan bunga segitu banyak? Emang bener yah Ahok selalu tiba tepat waktu? Emang benar ya Ahok selalu melayani orang-orang yang tiba ke Balai Kota?
Saya ini nggak pernah mengikuti politik. Boro-boro ngikutin, gres nyalain televisi aja kadang udah malas. Seumur hidup, gak pernah sekalipun saya mengidolakan pejabat atau tokoh politik. Tapi kerja konkret yang telah dan sedang Pak Ahok lakukan dapat saya lihat dan rasakan sendiri. Selama 30 tahun tinggal di Jakarta, nggak pernah saya melihat perubahan yang begitu banyak. Salut dengan kerja keras Pak Ahok, Pak Djarot dan timnya!
Hampir pukul 7 pagi, saya hingga di lapangan parkir Monas. Saya dan Kenny berjalan kaki menuju Balai Kota, pemandangan kami dihiasi oleh ratusan rangkaian bunga untuk Pak Ahok dan Pak Djarot. Langkah demi langkah, terasa sekali energi dan semangat yang menyelimuti saya.
Saya dapat mencicipi senyuman yang merekah dan semangat dalam perjalanan ke Balai Kota. Sesekali saya berhenti untuk tertawa dan mengabadikan karangan bunga yang isinya terlalu kreatif-kreatif. Tawa saya lepas, seolah-olah mengobati patah hati alasannya hasil Pilkada kemarin.
Begitu hingga di Balai Kota, wah ramai! Kira-kira sudah ada 200-300 orang yang mengantri untuk bertemu Pak Ahok. Kami diarahkan untuk mengantri dengan tertib, tidak saling desak-desakan oleh petugas. Petugas juga mengingatkan bahwa semua yang tiba akan dilayani.
Tak usang sehabis saya mengantri, orang mulai bersorak-sorak di depan wartawan yang meliput untuk berita. Lagu-lagu kebangsaan pun mulai dikumandangkan, saya buru-buru merekamnya dengan smartphone saya.
Saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh ratusan orang yang mengantri di depan Balai Kota, saya tak kuasa menahan senyum. Indah sekali momen mirip ini, momen yang belum tentu akan saya rasakan lagi di lain kesempatan.
Mas Addie MS pun sibuk mengabadikan momen tersebut dengan smartphone-nya sambil berkeliling, ibu-ibu berebutan untuk berswafoto dengan Mas Addie.
Hampir 20 menit saya mengantri, kesudahannya saya memutuskan untuk pulang alasannya masih banyak hal yang harus dikerjakan di rumah. Saya keluar dari antrian untuk memfoto beberapa sisi Balai Kota, tak usang kendaraan beroda empat hitam yang saya sering lihat di YouTube Pemprov DKI Jakarta tiba dan parkir di sisi yang agak sepi.
PAK AHOK AKHIRNYA DATANG!
Pak Ahok tiba sekitar 7.30 pagi, sesuai dengan prediksi saya. Insting fotografer saya eksklusif ‘jalan’, saya lari mendekat sebelum semua orang menyerbu Pak Ahok.
Semua orang eksklusif berebutan untuk salaman dengan Pak Ahok. Walaupun dia dijaga oleh para staffnya, saya tidak mendengar teriakan-teriakan mirip layaknya para bodyguard. Semuanya santun.
Situasi eksklusif ramai, semua berdesak-desakan untuk melihat Pak Ahok dari dekat. Memang kharismanya luar biasa. Orang-orang pun mulai heboh ingin cepat-cepat masuk ke Balai Kota.
Walaupun saya gak bertatap muka langsung, berada di tengah kerumunan orang-orang yang mengapresiasi kerja keras dia memperlihatkan energi yang luar biasa. Saya dapat mencicipi betapa tulus dan besar cinta rakyat pada dia dari orang-orang yang tiba ke Balai Kota.
Walaupun dia mengibaratkan dirinya mirip seekor ikan kecil Nemo di tengah Jakarta saat membaca tips menghilangkan jerawat dan bekas nota pembelaan, coba ingat teman-teman dan keluarga Nemo yang selalu mendukung, mencintai dan senang kalau dapat berada bersahabat dengan Nemo. Pak Ahok telah menjadi referensi yang baik dan pemimpin yang baik bagi saya.
Beliau mengajarkan saya wacana ketulusan, keikhlasan dan kebesaran hati. Ini sangat luar biasa. Baru kali ini ada seorang pemimpin yang begitu dicintai oleh rakyatnya. Memang dia tidak sempurna, alasannya memang tidak ada insan yang sempurna. Memang dia pernah berbuat salah, tapi bukankah sesama insan harus saling mengasihi satu sama lain?
Fenomena yang sangat luar biasa. Senang sekali dapat menyempatkan untuk tiba ke Balai Kota pagi ini. Terima kasih Pak Ahok dan Pak Djarot. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan YME. Saya juga kirim doa untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang gres biar hasil kerjanya dapat melebihi gubernur yang sebelumnya. Thank you for reading! *Sekalian mumpung banyak yang nanyain baju yang saya pakai. Atasan dari Cotton Ink, tas Celine Trio, Celina dari Anokhi, sepatu Ecco.
Sebulan terakhir ini rasanya long weekend terus. Ada enaknya, ada enggaknya. Enaknya jadi berasa libur terus, tapi jadinya susah banget dapetin mood untuk produktif hihihi. Sebenarnya buat seorang freelancer ibarat saya nggak problem sih, tapi bagaimana pun lebih lezat ngikutin hari kerja perusahaan besar semoga lebih efektif kerjanya.
Nah, simpulan pekan ini saya berusaha banget untuk menghabiskan waktu bertiga dengan Abenk dan Aura. Abenk belakangan sibuk banget. Walaupun kerja di rumah, kadang kami ketemunya tuh hanya pas makan siang atau malam sebelum tidur (itu juga kalau saya gak tidur duluan). Salah satu rencana kami yakni nonton Guardians of The Galaxy Vol. 2, yang ternyata BAGUS BANGET lebih anggun dari film yang pertama.
Di film kedua ini, saya menemukan makna-makna mendalam wacana pertemanan dan keluarga yang dikemas dengan visual yang luar biasa memanjakan mata. Eh, manjain mata? Iya! Buat saya, melihat monster-monster asing itu termasuk dalam kategori 'manjain mata' hahahaha.
Bisa dibilang, geng penjaga galaksi ini sukses luar biasa jikalau dibanding dengan film-film Marvel lainnya yang kadang suka lebay (walaupun lebat saya tetap suka dan nonton hingga lebih dari 10 kali). Salut buat James Gunn!
Nah mumpung ingat, ada satu cemilan yang saya suka banget kalau lagi nonton di XXI yaitu Tahu Oma Giok. Superrr lezat apalagi kalau makannya pakai cabai rawit! Hihihi.
***
Di hari Sabtu, saya pagi-pagi udah siap untuk menerima ilmu dan wangsit dari orang-orang ahli di program Resonation 2017. Saya tiba ke program ini alasannya yakni usul ipar saya, teh Keke, demi melihat Sophia Amoruso. Penasaran dong, pengen tau dongeng dibalik kesuksesannya dan dongeng kenapa perusahaannya hingga bangkrut.
Acara Resonation 2017 dimulai seru banget. Ada performance dari Mike's yang bikin pagi-pagi jadi semangat, dan Angkie Yudistia membaca tips menghilangkan mata pandakan puisi yang menciptakan hampir semua orang menitikkan air mata. Begitu Sophia Amoruso naik ke atas panggung, semua tepuk tangan dan saya pribadi deg-degan luar biasa. Sayangnya kurang lebih satu jam mendengarkan Sophia Amoruso bercerita dan menjawab pertanyaan, saya ngerasa bosan dan nggak sanggup 'greget'nya.
Tanpa bermaksud menyalahkan pihak mana pun, tampaknya banyak faktor kenapa Sophia Amoruso kurang greget. Mungkin ngantuk? Jetlag? Gak sabar pengen ke Bali? Gak tau deh, cuma Tuhan sama Sophia yang tau. Intinya saya gak sanggup banyak ilmu dari Sophia, justru saya sanggup aneka macam ilmu dari sesi kedua.
Sesi kedua itu ada Ibu Indira Abidin, Stephanie Kurlow dan Clair Deevy. Nah sesi kedua ini benar-benar 'panas' buat saya, berkali-kali tepuk tangan dengan jawaban-jawaban yang dilontarkan para nara sumber. Sesi kedua membahas wacana apa yang menghambat wanita untuk maju? Jawabannya: diri sendiri.
Yang saya sanggup dari pembicaraan di sesi kedua bahwa kendala itu tiba dari diri sendiri, bukan orang lain. Tentunya aneka macam usaha dan perjalanan untuk mendapatkan dan menemukan passion kita, tapi jikalau kita terus berjuang dan berusaha, Tuhan akan memberi jalan untuk kita. Saya juga diingatkan bahwa apa yang terjadi di masa kemudian bukan untuk disesali, tapi juga disyukuri alasannya yakni itu yakni perjalanan kita untuk hingga pada titik ini.
Sayangnya, saya nggak sanggup ada di program Resonation 2017 hingga selesai. Soalnya Aura kasian kalau ditinggal lama-lama. Selesai acara, saya dan Teteh eksklusif makan siang. Jarang-jarang nih kami sanggup quality time berdua, happy banget!
Buat yang belum sempat hadir di Resonation 2017, mudah-mudahan tahun depan sanggup ikutan ya :) Gak akan nyesel! Untuk menutup simpulan pekan yang menyenangkan ini, saya juga staycation dengan Aura dan Abenk di Hotel Shangri-La. Cerita selanjutnya menyusul! Thanks for reading!
Praktis sekali untuk membenci, mencaci maki dan menyalahkan orang lain.
Kamu bilang saja benci. Tulis di media sosial, “I hate this, I hate that.” Bilang saja sama orang-orang terdekatmu, “Saya benci lingkungan saya. Saya benci keluarga saya. Saya benci orang-orang kantor saya. Saya benci dengan semua orang alasannya yaitu mereka gak tau apa-apa wacana saya! Mereka gak peduli!”
Mudah kok menyalahkan orang lain. Praktis kok, murka sama Tuhan. Praktis kok, bilang kalau hidupmu gak adil. Tinggal tanamkan dalam-dalam di otak dan hatimu, kalau kau benci sesuatu, seseorang atau keadaan yang menimpamu.
Coba pikir, berapa banyak sih orang yang menentukan untuk membenci daripada mencintai?
Masalah benci atau cinta, itu pilihan.
Pilihan masing-masing orang.
Setiap pagi dikala kau berdiri tidur atau setiap malam sebelum kau tidur, kau punya dua pilihan. Menyalahkan keadaan atau justru bersyukur alasannya yaitu diberi cobaan.
Ingat pepatah dari Confucius, “It is easy to hate and it is difficult to love. This is how the whole scheme of things works. All good things are difficult to achieve; and bad things are very easy to get.”
Sekarang, balik lagi ke dirimu.
Mau pilih menebar kebencian atau cinta? Ganti keluh kesahmu jadi ucapan syukur. Kalau susah, fake it until you make it. Coba terus hingga dirimu jadi terbiasa dan mencicipi betapa luar biasa energi yang kau sanggup kalau bersyukur.
Alam Semesta berkonspirasi. Jika kita selalu mencicipi benci, malah kebencian yang akan kita dapat. Jika kita mencicipi cinta dan kasih, cinta dan kasih yang akan selalu memeluk kita. Sudahkah kau senyum dan bersyukur hari ini? :)
By: Admin Infoon May 18, 2020/comment : 0Event,
Personal
Kondisi badan yang kurang fit tidak menghambat aku sore itu untuk pergi keluar rumah. Dari rumah ke kawasan Senopati, nggak terlalu jauh lah untuk saya. Biasanya jikalau sedang dalam kondisi kurang fit, aku lebih menentukan untuk memprioritaskan diri sendiri ketimbang hal lain.
Sore itu tekad aku sudah lingkaran untuk bertemu eksklusif dengan salah satu idola saya, Najwa Shihab, dalam program MeetUP yang dipandu oleh Ucita Pohan. Ini merupakan program MeetUP yang ketiga, sebelumnya aku dan Lizzie juga sempat menjadi nara sumber program tersebut.
Seperti biasa, setiap tiba ke program artinya aku bertemu dengan teman-teman baru. Seru! Nambah sobat sekaligus nambah wawasan dan ilmu juga. Pas banget, aku duduk hanya dua dingklik di sebelah Mbak Najwa jadi aku sanggup ngeliatin Mbak Najwa terus-terusan hahaha.
Acara dibuka hanget oleh Uchiet, dan menyerupai biasa para tamu yang tiba nggak sabar menunggu topik-topik yang akan diobrolin sama mbak Nana. Banyak banget hal-hal yang dibahas oleh Uchiet dan Mbak Nana, mulai dari karier Mbak Nana di jurnalistik, televisi dan sebagai komunikator.
Obrolan juga merambah ke bintang tamu Mata Najwa yang lucu-lucu menyerupai ketika dia mewawancarai Angel Lelga dan Rhoma Irama, hingga yang paling membekas buat aku justru ialah kebiasaan mbak Nana membaca tips menghilangkan mata panda buku dalam kesehariannya.
Banyak sekali ilmu, wawasan dan pandangan gres yang aku sanggup selama dua jam duduk semeja bersama Najwa Shihab, dan aku yakin teman-teman yang lainnya juga banyak yang mencicipi hal yang sama. Kalau biasanya aku melihat Mbak Najwa yang tegas di layar kaca, di program kemarin aku melihatnya sebagai sosok perempuan yang smart dengan pembawaan santai dan nggak pelit ilmu.
Sharing time dengan Mbak Najwa menawarkan aneka macam pandangan gres yang sanggup aku terapkan dalam kehidupan sosial dan sehari-hari, nanti aku akan ceritakan lagi di goresan pena selanjutnya. Thanks for reading!
Comments