Family Life

Beauty

Beauty Budget

Cerita Sore

Lifestyle

Couple Trip

Personal

Fashion

Chanel Boy Wallet On Chain

 aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel CHANEL BOY WALLET ON CHAIN
Sejujurnya, aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel. Tapi, sebagai hadiah untuk diri sendiri di tahun ini aku berhasil diracunin oleh beberapa sahabat aku untuk membeli Chanel Wallet On Chain (WOC). Kebetulan ibu dan adik aku lagi traveling ke Paris, jadiiii kenapa nggak nitip sekalian?

Alasan menentukan WOC dibanding produk lainnya, selain ukurannya yang kecil tapi sanggup muat banyak yaitu fakta bahwa aku jarang sekali membawa tas berukuran medium atau besar untuk sehari-hari. Ribet aja gitu jikalau bawa tas besar, kecuali lagi ada perlu atau lagi harus banget bawa banyak barang. Lalu teman-teman aku juga banyak yang bahagia sekali traveling hanya membawa WOC. Katanya sih, praktis!

 aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel CHANEL BOY WALLET ON CHAIN
 aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel CHANEL BOY WALLET ON CHAIN
 aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel CHANEL BOY WALLET ON CHAIN

Mendengar tipe Wallet On Chain (WOC), aku pikir ukurannya kecil dan gak akan muat banyak lho. Ternyata WOC sanggup memuat beberapa alat kosmetik menyerupai lipstik dan bedak, bahkan iPhone 6S Plus. Saya juga menentukan kulit jenis Caviar semoga gak mudah baret.

Awalnya aku itu naksir Classic Chanel Wallet On Chain, tapi ternyata stoknya sedang habis di toko. Setelah adik aku muter-muter, kesudahannya ditawarin Chanel Boy Wallet On Chain yang seluruh warnanya hitam. Biasanya, logo Chanel di depan warnanya silver. Kali ini aku sangat beruntung sanggup yang all black.

 aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel CHANEL BOY WALLET ON CHAIN aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel CHANEL BOY WALLET ON CHAIN
 aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel CHANEL BOY WALLET ON CHAIN

Senang banget alasannya yaitu WOC sangat terpakai untuk sehari-hari, sanggup digunakan untuk program formal juga. Bahkan beberapa orang bilang, sanggup diwariskan ke Aura Suri jikalau sudah besar nanti. First impression aku dengan Chanel Boy Wallet On Chain ini memang kualitasnya bagusss banget, setiap detailnya rapih banget dan tahan banting. Artinya, kekal sanggup digunakan sampai bertahun-tahun.

Warna dan desainnya yang klasik juga bikin Chanel Boy Wallet On Chain yang aku miliki masuk ke segala outfit.

 aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel CHANEL BOY WALLET ON CHAIN
 aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel CHANEL BOY WALLET ON CHAIN
Bahagia sekali sanggup menghadiahi diri sendiri dengan hasil jerih payah sendiri selama ini. So happy!

Impromptu top, Zara pants, Bimba y Lola heels, Chanel Boy WOC bag.

 aku nggak pernah membayangkan mempunyai tas dari Chanel CHANEL BOY WALLET ON CHAIN

My Weekend With Butterfly Twists


Long weekend kemarin ngapain aja, buibu? Saya perhatiin long weekend kemarin banyak yang menghabiskan waktu sama keluarga yah, tapi saya dan suami malah sibuk sendiri-sendiri alasannya memang biasanya selesai tahun kami lagi banyak proyek yang dikerjain.

Sabtu kemarin, saya bahagia banget sanggup ketemu teman-teman yang selama ini membaca tips mengencangkan kulit wajah blog saya tapi saya sendiri nggak pernah ketemu langsung.

Bisa bertemu dan membuatkan dalam sebuah kesempatan, tentunya menyenangkan banget alasannya bukan hanya sekedar sanggup sahabat baru, saya juga bertukar energi dengan penerima yang datang. Lewat program yang diadakan Butterfly Twists di Central, Grand Indonesia, saya sanggup energi yang positif dari teman-teman yang tiba (makasih ya!).




Nggak nyangka juga lho tidak mengecewakan banyak yang ikutan, mendengarkan talkshow saya dan ikutan kompetisi foto yang diadakan Butterfly Twists.

Buat yang belum tau dengan Butterfly Twists, don’t worry alasannya saya juga baru-baru ini kok pakai sepatu Butterfly Twists.

Saya kisah dikit ya, bekerjsama saya tuh bukan penggemar flat shoes. Kaki saya tipenya yang rata, jadi jika pakai flat shoes cepat pegal dan rasanya malah gak nyaman. Makanya jika teman-teman ada yang perhatikan, bantalan kaki saya itu hanya berkisar Birkenstock, PVRA, sneakers dan kadang sepatu hak tinggi dengan chunky heels.

Tapi saya tertarik dengan flat shoes yang sanggup dilipat menyerupai yang dijual di Butterfly Twists, untuk saya bawa jika lagi traveling alasannya ringan dan gak makan kawasan di tas/koper.



Ternyata beneran loh, flat shoes-nya super nyaman dan saya lagi pakai setiap hari. Soalnya alasannya desainnya yang mudah tapi elegan, sanggup ‘masuk’ ke gaya saya sehari-hari yang casual tapi terkadang masih ingin terlihat rapi.

Pas banget program kemarin itu, saya ditemenin sahabat saya. Karena ada promo dengan serpihan harga sampai 200ribu, sahabat saya pun jadi ‘keracunan’ ikut membeli Butterfly Twists deh hahaha. Senang deh saya sanggup ikut program kemarin dan ketemu banyak orang, biar tips-tips untuk foto flatlay yang kemarin saya jelasin sanggup diterapkan ya di rumah!

 kemarin banyak yang menghabiskan waktu sama keluarga yah MY WEEKEND WITH BUTTERFLY TWISTS

Tinkerlust X Googaga Moms101: The Art Of Decluttering & Organizing


Hello Februari! Betul-betul nggak terasa deh, tiba-tiba ahad pertama di bulan Februari aja sudah hampir terlewatkan. Bulan Januari kemarin saya menentukan untuk sedikit mengurangi penggunaan sosial media dan juga blog, alasannya ialah kerjaan dan proyek yang dikerjakan juga agak nyantai hingga rasanya tuh sebulan kemarin hening dan menyenangkan sekali.

Minggu ketiga di bulan Januari lalu, saya ikut berpartisipasi dalam acara MOMS101: The Art of Organizing & Decluttering bersama Tinkerlust dan Googaga yang diadakan di Brood-en-Boter, Kemang.

Cukup terkejut juga sih alasannya ialah ternyata banyak yang ikutan untuk hadir dalam program tersebut dan kebanyakan memang ibu-ibu muda. Saya, mbak Aliya dari Tinkerlust dan Annisa Kuntadi dari Googaga mengembangkan dongeng dan pengalaman soal decluttering and organizing di rumah maupun kantor.

Nah yang namanya ibu-ibu, niscaya ada aja dongeng soal beberes rumah, perintilan dan betapa sulitnya yang namanya ngebuang atau ngeluarin barang. Kalau masukin atau menuhin rumah tuh gampang, tapi jika merapihkan dan memfilter apa saja barang yang boleh dan layak disimpan di rumah? Wah, sulit!


Sedikit intro soal mengapa saya dapat diundang dalam program MOMS101: The Art of Organizing & Decluttering bersama Tinkerlust dan Googaga ini, alasannya ialah semenjak dua tahun yang kemudian saya secara tidak disengaja mengikuti gaya hidup minimalis alasannya ialah alasan finansial keluarga yang tidak teratur.

Salah satu cara untuk menyelamatkan kondisi finansial keluarga ketika itu selain menyewa jasa perencana keuangan atau financial planner, kemudian saya dan suami memutuskan untuk berhemat jadi mau nggak mau berusaha banget jika ingin beli sesuatu hanya seperlunya saja.

Tak usang sehabis itu saya gres sadar juga jika di rumah banyak banget barang-barang yang tolong-menolong nggak terpakai, termasuk baju, sepatu dan kosmetik. Disitu lah saya mulai rajin ikut bazaar-bazaar untuk menjual preloved items saya, begitu uangnya terkumpul biasanya saya tabung dan sebagian disumbangkan ke yayasan atau panti asuhan.

Kalau ikut bazaar gitu sangat membantu sih dalam hal ngurangin barang yang gak perlu, tapi lama-lama capek juga alasannya ialah harus standby di kawasan sambil berjualan. Beruntungnya sekitar 1 tahun yang lalu, saya bertemu dengan Tinkerlust jadi saya dapat titip jual barang-barang fashion yang sudah nggak terpakai. Hal ini sangat mempermudah saya, dan teman-teman yang juga dapat loh titip jual di Tinkerlust!

Sejak rajin titip jual di Tinkerlust, kebiasaan saya dalam hal decluttering and organizing di rumah jadi semakin mudah. Biasanya setiap satu bulan sekali saya mengeluarkan barang-barang yang sudah tidak digunakan untuk dititip jual di Tinkerlust ataupun disumbangkan.

Nah saya mau sharing juga beberapa tips biar kau dapat sukses decluttering and organizing di rumah lewat beberapa artikel tips kulit wajah awet muda berikut:

Organizing Series: Decluttering 101 – Living Loving

Konmari Method – Living Loving

Decluttering 101 – 10 Rules to Help You Live With Less Stuff – Be More With Less

Essential Rules to A Tidy Bedroom – Tinkerlust Journal

***


Bersama founder dari Tinkerlust dan Googaga.

TIPS DECLUTTERING & ORGANIZING ALA ANDRA:


  • Start small. Mulai secara perlahan dan bertahap.
  • Butuh waktu dan tenaga untuk merapihkan rumah maupun kantor. Hal ini juga tidak terjadi secara instan. Terkadang alasannya ialah terpengaruh dengan foto-foto beredar di sosial media, tanpa disadari kita jadi terlalu perfeksionis ataupun ambisius.
  • Jadikan kebiasaan decluttering and organizing menjadi kebiasaan bersama di rumah. Artinya ajak tugas anak, suami, orang tua, keluarga maupun pengasuh biar saling mengingatkan kebiasaan baik ini. Jika dilakukan secara rutin, pastinya lebih gampang.

Sejauh ini, sudah berhasil belum decluttering and organizing di rumah? Sharing yuk ;)


tiba ahad pertama di bulan Februari aja sudah hampir terlewatkan TINKERLUST X GOOGAGA MOMS101: THE ART OF DECLUTTERING & ORGANIZING