Family Life

Beauty

Beauty Budget

Cerita Sore

Lifestyle

Couple Trip

Personal

Fashion

My Collaboration With Pvra! Pvra♥ Andra Alodita

 aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA

Kolaborasi aku dengan PVRA rasanya menyerupai mimpi di siang bolong.

Dua tahun yang lalu, aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal PVRA  Waktu itu aku masih mengandung Aura Suri dan kesulitan mencari sendal yang nyaman. Kesan pertama saya, PVRA bukan hanya ganjal kaki yang nyaman tapi juga anggun dan elegan.

Jarang lho, pakai sendal tapi kaki tetap terlihat anggun hehehe.

Nah, dari dua bulan yang kemudian aku diajak berkolaborasi dengan PVRA. Setelah beberapa kali meeting, ternyata aku dengan tim PVRA serba sehati! Ide-ide dan selera kami hampir sama persis, kami juga heran banget hihihi. Intinya dari awal sudah serba praktis dan gak ribet, sehingga koleksi PVRA♥ Andra Alodita ini sanggup direalisasikan.

 aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA

Untuk desainnya sendiri, aku menentukan warna pastel dan netral supaya sanggup digunakan untuk sehari-hari. Simple yet elegant. Sedangkan desain untuk anak-anak, aku juga milih yang sanggup kembaran dengan ibunya.

Di program launching kemarin, kami mengundang teman-teman influencer dan juga sahabat baik aku untuk melihat koleksi PVRA♥ Andra Alodita secara langsung. Para tamu juga sanggup kesempatan untuk memesan koleksi PVRA terbaru, sebelum keburu kehabisan di webstore hihihi.

 aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA

Ada small activity juga dimana para tamu sanggup menciptakan gantungan kunci dengan beads yang disediakan oleh PVRA. Kaprikornus selain ngumpul-ngumpul, kreatifitas kami juga diasah hahaha. Anak-anak juga sibuk di kids corner sambil melekat stiker di atas kertas yang bergambar sepatu PVRA.

 aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA

Anyway, kini PVRA juga sudah punya official webstore supaya belanjanya lebih leluasa. Silahkan cek di www.pvra-official.com. Koleksi PVRA♥ Andra Alodita akan dirilis di bulan April 2017, jangan hingga kehabisan ya! :)

 aku termasuk orang di jajaran pertama yang mempunyai sendal MY COLLABORATION WITH PVRA! PVRA♥ ANDRA ALODITA

Personal Style: Repeat


Sejak mengurangi isi lemari pakaian, tentunya pakaian yang saya pakai terpaku itu-itu saja. Warna monokromatik selalu menjadi pilihan sempurna untuk meminimalisir pakaian dan tidak terlihat itu-itu saja. Seperti atasan dari Marlan dan celana hitam Zara yang sering sekali saya kenakan, ntah kenapa saya nggak pernah bosan walaupun sudah digunakan berulang-ulang.


Cerita sedikit soal heels berwarna silver dari Staccato ini, kebetulan jodoh banget sama saya. Beberapa bulan kemudian ingin sekali membeli heels ini tapi ntah kenapa saya menundanya. Minggu lalu, ketika saya memang sedang mencari heels untuk melengkapi koleksi sepatu saya, tiba-tiba heels ini sedang diskon 70%! Saya tidak mengecewakan kaget, apalagi ukuran saya masih tersedia cukup banyak di toko.

Tanpa pikir panjang saya eksklusif 'bungkus' bawa pulang deh hehehe. Staccato selalu menjadi pilihan saya alasannya sepatu-sepatunya cukup nyaman untuk digunakan seharian.


Bulan ini saya berencana untuk mengurangi isi lemari lagi. Coba kita lihat nanti berapa banyak barang-barang yang menumpuk nggak terang hahaha. Untuk yang ingin mengadopsi barang-barang usang saya, dapat eksklusif cek ke Tinkerlust ya! Terima kasih :)

Photos by Lizzie Parra

 tentunya pakaian yang saya pakai terpaku itu PERSONAL STYLE: REPEAT

Tasla


Saya sudah usang sekali nggak pernah menggunakan pakaian berwarna hitam, alasannya kadang sering merasa tidak percaya diri kalau mengenakan warna hitam. Padahal ada masa-masanya lho, sekitar 5-6 tahun lalu, baju aku secara umum dikuasai berwarna hitam semua! Hihihi..

Dua tahun terakhir aku memang lebih percaya diri kalau mengenakan pakaian berwarna cerah, alasannya terlihat lebih fresh dan light.



Minggu ini, aku mencoba sesuatu yang baru. Menggunakan pakaian serba hitam untuk menghadiri makan siang dengan teman-teman saya.

Hasilnya? Berhasil!

Ntah kenapa, mungkin alasannya pakaian yang aku kenakan dari Anokhi ini menciptakan aku lebih percaya diri.


Rhaega outer in black from Anokhi / Tasla pants from Anokhi / Shoes from Staccato / Photos by Tara Amelz

 Saya sudah usang sekali nggak pernah menggunakan pakaian berwarna hitam TASLA

Petunia


Salah satu hadiah Natal yang aku terima tahun ini ialah atasan tabrak motif dari Monday to Sunday. Petunia top menjadi pewarna di antara koleksi pakaian aku yang didominasi warna monokrom dan warna pastel. Ntah mengapa, atasan ini sangat cocok untuk tema liburan aku di bulan Januari mendatang.

Bahannya hambar dan flowy, menimbulkan Petunia top sebagai sobat di simpulan pekan yang sangat rileks. Saya memadukan dengan white cullotes dari Schmiley Mo dan sandal favorit aku dari Birkenstock.

Petunia top from Monday to Sunday, Clara white culottes from Schmiley Mo, Birkenstok sandals, Celine trio bag.

Rasanya, outfit ini memang menggambarkan liburan simpulan tahun saya: berwarna, ceria dan penuh pengalaman baru. Kalau teman-teman sendiri, apa sih outfit favorit untuk liburan kalian? Happy holidays!

Photos by Abenk Alter
 Salah satu hadiah Natal yang aku terima tahun ini ialah atasan tabrak motif dari  PETUNIA

Seismic + Last Outfit Post In 2016


Basic top with middle stitched details and wavy (seismic) details at bottom side? Hasilnya tetap simpel tapi ada sedikit twist untuk outfit sehari-hari.

Ini pertama kalinya aku mempunyai koleksi dari Label Eight, sebuah brand lokal yang aku dengar dari sahabat-sahabat saya. Selain desainnya yang lucu-lucu, dapat digunakan sehari-hari dan banyak yang bilang, cutting dan material baju-bajunya sangat nyaman.


Atasan berwarna abu-abu muda ini ternyata sangat nyaman, loose fit, bahannya masbodoh dan kini menjadi andalan aku sehari-hari. Dalam satu ahad terakhir saja, aku sudah menggunakan sampai 3 kali hihihi.

Satu tahun terakhir, aku banyak berguru wacana gaya hidup sederhana dan decluttering. Banyak sekali barang-barang aku yang dijual dan terjual di Tinkerlust (termasuk koleksi makeup saya!). Ternyata barang-barang yang sering menganggur di lemari, dapat jadi barang yang lebih mempunyai kegunaan untuk orang lain.


Jadi, terima kasih ya yang sudah mengadopsi barang-barang aku selama ini! Semoga dapat mempunyai kegunaan dan terpakai untuk orang lain. Sampai bertemu di tahun 2017! Happy new year!

Read more: Louie Coffee
 
Label8Store seismic top, Anokhi culotte pants, Birkenstock sandals, Celine trio bag. Photos by Alissa Kenny.



Basic top with middle stitched details and wavy  SEISMIC + LAST OUTFIT POST IN 2016

Adelia



Kombinasi warna putih dan pink selalu menyenangkan bagi saya, ditambah dengan aksen silver pada sepatu. Seharusnya Adelia dress ini dapat dipakai sebagai dress, tapi alasannya aku sudah usang sekali nggak menggunakan rok atau celana pendek.. Rasanya kok, nggak pede ya jikalau kaki tidak ditutup hahaha.


Akhirnya sehabis menengok isi lemari, aku padukan dengan celana putih yang nyaman biar aku juga nyaman sepanjang hari. Senang jikalau dapat mengenakan pakaian serba putih, terasa lebih higienis dan lebih nyaman bagi saya.

Suki The Label dress, Uniqlo pants, Staccato heels, Xavia eaarings, Loup Noir bag.

Photos by Indra Riady
 ditambah dengan aksen silver pada sepatu ADELIA

My Weekend With Butterfly Twists


Long weekend kemarin ngapain aja, buibu? Saya perhatiin long weekend kemarin banyak yang menghabiskan waktu sama keluarga yah, tapi saya dan suami malah sibuk sendiri-sendiri alasannya memang biasanya selesai tahun kami lagi banyak proyek yang dikerjain.

Sabtu kemarin, saya bahagia banget sanggup ketemu teman-teman yang selama ini membaca tips mengencangkan kulit wajah blog saya tapi saya sendiri nggak pernah ketemu langsung.

Bisa bertemu dan membuatkan dalam sebuah kesempatan, tentunya menyenangkan banget alasannya bukan hanya sekedar sanggup sahabat baru, saya juga bertukar energi dengan penerima yang datang. Lewat program yang diadakan Butterfly Twists di Central, Grand Indonesia, saya sanggup energi yang positif dari teman-teman yang tiba (makasih ya!).




Nggak nyangka juga lho tidak mengecewakan banyak yang ikutan, mendengarkan talkshow saya dan ikutan kompetisi foto yang diadakan Butterfly Twists.

Buat yang belum tau dengan Butterfly Twists, don’t worry alasannya saya juga baru-baru ini kok pakai sepatu Butterfly Twists.

Saya kisah dikit ya, bekerjsama saya tuh bukan penggemar flat shoes. Kaki saya tipenya yang rata, jadi jika pakai flat shoes cepat pegal dan rasanya malah gak nyaman. Makanya jika teman-teman ada yang perhatikan, bantalan kaki saya itu hanya berkisar Birkenstock, PVRA, sneakers dan kadang sepatu hak tinggi dengan chunky heels.

Tapi saya tertarik dengan flat shoes yang sanggup dilipat menyerupai yang dijual di Butterfly Twists, untuk saya bawa jika lagi traveling alasannya ringan dan gak makan kawasan di tas/koper.



Ternyata beneran loh, flat shoes-nya super nyaman dan saya lagi pakai setiap hari. Soalnya alasannya desainnya yang mudah tapi elegan, sanggup ‘masuk’ ke gaya saya sehari-hari yang casual tapi terkadang masih ingin terlihat rapi.

Pas banget program kemarin itu, saya ditemenin sahabat saya. Karena ada promo dengan serpihan harga sampai 200ribu, sahabat saya pun jadi ‘keracunan’ ikut membeli Butterfly Twists deh hahaha. Senang deh saya sanggup ikut program kemarin dan ketemu banyak orang, biar tips-tips untuk foto flatlay yang kemarin saya jelasin sanggup diterapkan ya di rumah!

 kemarin banyak yang menghabiskan waktu sama keluarga yah MY WEEKEND WITH BUTTERFLY TWISTS

Tinkerlust X Googaga Moms101: The Art Of Decluttering & Organizing


Hello Februari! Betul-betul nggak terasa deh, tiba-tiba ahad pertama di bulan Februari aja sudah hampir terlewatkan. Bulan Januari kemarin saya menentukan untuk sedikit mengurangi penggunaan sosial media dan juga blog, alasannya ialah kerjaan dan proyek yang dikerjakan juga agak nyantai hingga rasanya tuh sebulan kemarin hening dan menyenangkan sekali.

Minggu ketiga di bulan Januari lalu, saya ikut berpartisipasi dalam acara MOMS101: The Art of Organizing & Decluttering bersama Tinkerlust dan Googaga yang diadakan di Brood-en-Boter, Kemang.

Cukup terkejut juga sih alasannya ialah ternyata banyak yang ikutan untuk hadir dalam program tersebut dan kebanyakan memang ibu-ibu muda. Saya, mbak Aliya dari Tinkerlust dan Annisa Kuntadi dari Googaga mengembangkan dongeng dan pengalaman soal decluttering and organizing di rumah maupun kantor.

Nah yang namanya ibu-ibu, niscaya ada aja dongeng soal beberes rumah, perintilan dan betapa sulitnya yang namanya ngebuang atau ngeluarin barang. Kalau masukin atau menuhin rumah tuh gampang, tapi jika merapihkan dan memfilter apa saja barang yang boleh dan layak disimpan di rumah? Wah, sulit!


Sedikit intro soal mengapa saya dapat diundang dalam program MOMS101: The Art of Organizing & Decluttering bersama Tinkerlust dan Googaga ini, alasannya ialah semenjak dua tahun yang kemudian saya secara tidak disengaja mengikuti gaya hidup minimalis alasannya ialah alasan finansial keluarga yang tidak teratur.

Salah satu cara untuk menyelamatkan kondisi finansial keluarga ketika itu selain menyewa jasa perencana keuangan atau financial planner, kemudian saya dan suami memutuskan untuk berhemat jadi mau nggak mau berusaha banget jika ingin beli sesuatu hanya seperlunya saja.

Tak usang sehabis itu saya gres sadar juga jika di rumah banyak banget barang-barang yang tolong-menolong nggak terpakai, termasuk baju, sepatu dan kosmetik. Disitu lah saya mulai rajin ikut bazaar-bazaar untuk menjual preloved items saya, begitu uangnya terkumpul biasanya saya tabung dan sebagian disumbangkan ke yayasan atau panti asuhan.

Kalau ikut bazaar gitu sangat membantu sih dalam hal ngurangin barang yang gak perlu, tapi lama-lama capek juga alasannya ialah harus standby di kawasan sambil berjualan. Beruntungnya sekitar 1 tahun yang lalu, saya bertemu dengan Tinkerlust jadi saya dapat titip jual barang-barang fashion yang sudah nggak terpakai. Hal ini sangat mempermudah saya, dan teman-teman yang juga dapat loh titip jual di Tinkerlust!

Sejak rajin titip jual di Tinkerlust, kebiasaan saya dalam hal decluttering and organizing di rumah jadi semakin mudah. Biasanya setiap satu bulan sekali saya mengeluarkan barang-barang yang sudah tidak digunakan untuk dititip jual di Tinkerlust ataupun disumbangkan.

Nah saya mau sharing juga beberapa tips biar kau dapat sukses decluttering and organizing di rumah lewat beberapa artikel tips kulit wajah awet muda berikut:

Organizing Series: Decluttering 101 – Living Loving

Konmari Method – Living Loving

Decluttering 101 – 10 Rules to Help You Live With Less Stuff – Be More With Less

Essential Rules to A Tidy Bedroom – Tinkerlust Journal

***


Bersama founder dari Tinkerlust dan Googaga.

TIPS DECLUTTERING & ORGANIZING ALA ANDRA:


  • Start small. Mulai secara perlahan dan bertahap.
  • Butuh waktu dan tenaga untuk merapihkan rumah maupun kantor. Hal ini juga tidak terjadi secara instan. Terkadang alasannya ialah terpengaruh dengan foto-foto beredar di sosial media, tanpa disadari kita jadi terlalu perfeksionis ataupun ambisius.
  • Jadikan kebiasaan decluttering and organizing menjadi kebiasaan bersama di rumah. Artinya ajak tugas anak, suami, orang tua, keluarga maupun pengasuh biar saling mengingatkan kebiasaan baik ini. Jika dilakukan secara rutin, pastinya lebih gampang.

Sejauh ini, sudah berhasil belum decluttering and organizing di rumah? Sharing yuk ;)


tiba ahad pertama di bulan Februari aja sudah hampir terlewatkan TINKERLUST X GOOGAGA MOMS101: THE ART OF DECLUTTERING & ORGANIZING